![]() |
| foto: Ananda |
JURNALREPORTASE.COM, BANGKALAN — Tidak semua usaha lahir dari perencanaan bisnis yang matang. Bagi Ananda Novalia (22), salad buah justru bermula dari sebuah tugas sekolah. Siapa sangka, makanan yang awalnya dibuat untuk memenuhi tugas tersebut kemudian berkembang menjadi usaha rumahan yang telah bertahan selama tiga tahun.
Dari rumahnya di Jalan Ki Lemah Duwur, Injing-Injing, Bangkalan, Ananda kini menjalankan Ananda Dessert. Usaha sampingan itu perlahan menemukan pasarnya. Bahkan, dalam sehari omzetnya kini bisa menembus lebih dari Rp300 ribu.
Cerita tersebut bermula ketika Ananda mendapat tugas sekolah untuk membuat sebuah produk makanan. Ia memilih salad buah. Setelah dicoba dan mendapat respons positif dari orang-orang di sekitarnya, muncul keinginan untuk tidak berhenti sebatas tugas.
“Awalnya dari tugas sekolah dan banyak yang suka, terus berjalan sampai sekarang,” ujar Ananda, Selasa (8/9/2026).
Dengan modal yang terbilang sederhana, Ananda memulai usahanya seorang diri. Uang jajan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saat sekolah disisihkan sebagai modal awal. Ia kemudian menawarkan salad buah buatannya kepada teman-teman.
Dari lingkaran kecil itu, pemasaran mulai berkembang. Ananda memanfaatkan media sosial seperti TikTok, WhatsApp, dan Instagram untuk mengenalkan produknya sekaligus menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Ananda Dessert saat ini menyediakan dua pilihan ukuran. Salad buah kemasan 300 mililiter dijual Rp15 ribu, sedangkan ukuran 500 mililiter dibanderol Rp25 ribu. Dari dua pilihan tersebut, ukuran 300 mililiter menjadi produk yang paling banyak dipesan.
Isi salad buahnya terdiri dari sejumlah buah segar, di antaranya melon, buah naga, apel, pir, dan anggur. Namun, Ananda tidak sekadar mengandalkan pilihan buah. Ia mencoba membangun ciri khas melalui racikan kuah salad.
Menurutnya, kuah yang lebih kental dengan perpaduan rasa yang tidak terlalu manis menjadi salah satu pembeda produknya. Ada sensasi asam yang berpadu dengan rasa creamy, sehingga salad buah tetap terasa segar ketika disantap.
“Kuah kita lebih kental, tidak terlalu manis, tapi masih ada rasa asam serta creamy-nya,” katanya.
Dalam kondisi normal, Ananda bisa menjual sekitar 10 hingga 30 porsi salad buah dalam sehari. Jumlah pesanan biasanya ikut meningkat ketika memasuki akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu.
Pasarnya pun cukup beragam. Pelajar menjadi salah satu pelanggan, selain masyarakat umum dan pekerja kantoran yang mencari camilan atau makanan ringan.
Ananda Dessert dikerjakan dari rumah dengan sistem made by order. Pelanggan yang ingin membeli harus melakukan pemesanan setidaknya H-2. Setelah pesanan selesai dibuat, produk diambil langsung ke rumah Ananda karena untuk sementara belum tersedia layanan COD.
Meski hanya dijalankan sebagai usaha sampingan, pendapatan yang diperoleh cukup membantu. Dengan omzet lebih dari Rp300 ribu per hari, Ananda menyisihkan hasil usahanya untuk ditabung sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun, perjalanan tiga tahun tersebut bukan tanpa hambatan. Ananda pernah berada pada titik ketika penjualan turun cukup tajam. Kondisinya bahkan membuat usaha yang dibangunnya hampir bangkrut.
Saat itu, keinginan untuk berhenti sempat muncul. Ananda merasa usaha yang dijalankan tidak lagi memberikan hasil seperti sebelumnya. Namun, ia memilih mencoba bertahan dengan kembali mendekati pelanggan melalui berbagai promosi.
Promosi dilakukan secara rutin setiap bulan untuk menjaga minat pelanggan sekaligus mengenalkan kembali produknya. Perlahan, penjualan mulai bergerak dan Ananda Dessert kembali berjalan.
“Momennya ketika hampir bangkrut dan nyerah, kini bisa bangkit kembali dan terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat Ananda tidak ingin buru-buru puas. Ia masih memiliki sejumlah rencana untuk mengembangkan usahanya, mulai dari meningkatkan kualitas produk hingga memiliki tempat produksi yang lebih layak.
Baginya, usaha yang bermula dari tugas sekolah itu bukan hanya soal mendapatkan penghasilan tambahan. Ada harapan yang lebih besar jika Ananda Dessert suatu saat berkembang menjadi usaha yang lebih kuat dan mampu melibatkan orang lain.
“Semoga terus berkembang agar bisa membuka lapangan kerja lebih banyak lagi,” pungkasnya. (rif/red)

Komentar