Bermodal Resep Sederhana, Ipatus Jual Sinom Homemade untuk Bantu Ekonomi Keluarga

Iklan Semua Halaman

Post ADS 1

Header Menu

Bermodal Resep Sederhana, Ipatus Jual Sinom Homemade untuk Bantu Ekonomi Keluarga

Rabu, 02 September 2026

 

Dari Dapur Rumah, Ipatus Bangun Usaha Sinom Homemade di Bangkalan.
(foto: Riris)


JURNALREPORTASE.COM, BANGKALAN – Dari dapur rumah, Ipatus Suhroh (43) mencoba peruntungan. Tak ada rencana besar ketika pertama kali membuat sinom. Minuman tradisional berbahan daun sinom itu awalnya hanya dibuat untuk keluarga. Namun, dari tester sederhana tersebut, muncul peluang usaha yang kini perlahan membantu menambah pemasukan rumah tangga.


Warga Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan, itu sudah sekitar enam bulan menjalankan usaha sinom homemade. Berawal dari rasa penasaran mencoba membuat sendiri, Ipatus kemudian meminta keluarganya mencicipi hasil racikannya. Respons yang diterima ternyata di luar dugaan.


“Awalnya hanya mencoba saja membuat, saya memberikan tester untuk keluarga dan mereka bilang enak. Dari situlah yang berawal iseng, ternyata alhamdulillah menjadi cuan tambahan,” ujar Ipatus, Selasa (1/9/2026).


Sejak saat itu, dapur rumahnya tak hanya menjadi tempat menyiapkan kebutuhan keluarga. Ipatus mulai memanfaatkannya sebagai ruang produksi minuman tradisional yang ia jual kepada masyarakat sekitar.


Pilihan jatuh pada sinom bukan tanpa alasan. Selain cara membuatnya cukup sederhana, sinom juga sudah dikenal luas sebagai minuman tradisional yang menyegarkan. Apalagi ketika diminum dalam kondisi dingin, rasa asam dan segarnya menjadi daya tarik tersendiri.


“Sinom adalah minuman sehat tradisional dan segar saat diminum ketika dingin,” katanya.


Ipatus masih mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri. Mulai dari menyiapkan bahan, meracik, memasak hingga mengemas minuman dilakukan dari rumahnya di Bancaran. Bahan yang digunakan pun relatif sederhana, di antaranya daun sinom, kunyit, dan asam jawa.


Meski menggunakan resep sinom yang umum dikenal masyarakat, Ipatus berusaha menjaga rasa agar tetap konsisten. Dari sejumlah pelanggan yang membeli, ia mendapat tanggapan cukup baik. Beberapa bahkan menyebut sinom buatannya memiliki rasa yang lebih enak dan segar.


Produksinya memang belum dalam jumlah besar. Dalam sekali produksi, Ipatus biasanya membuat sekitar 20 botol. Dengan ukuran 350 mililiter, setiap botol dibanderol Rp5 ribu. Jumlah tersebut umumnya dapat terjual habis dalam waktu sekitar tiga hari.


Untuk menjangkau pembeli, Ipatus memanfaatkan WhatsApp dan media sosial. Cara tersebut dipilih karena lebih mudah sekaligus tidak membutuhkan biaya promosi besar. Pesanan pun mulai datang untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk arisan dan pengajian.


“Biasanya ada yang memesan untuk arisan ibu-ibu komplek,” tuturnya.


Pembeli yang berada di wilayah Bangkalan juga tidak perlu selalu datang mengambil pesanan. Ipatus menyediakan layanan pengantaran, sehingga produk buatannya bisa lebih mudah dijangkau pelanggan.


Meski demikian, perjalanan usaha yang masih seumur jagung membuat Ipatus harus lebih aktif mengenalkan produknya. Ia menyadari tidak semua orang sudah mengetahui sinom homemade yang dibuatnya. Bagi sebagian calon pembeli, rasa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli.


“Penjualan biasanya karena saya masih baru, jadi orang belum begitu tahu dengan rasa,” ungkapnya.


Karena itu, media sosial menjadi salah satu andalannya untuk memperluas pengenalan produk. Ipatus berharap promosi dari mulut ke mulut dan media sosial perlahan membuat sinom buatannya semakin dikenal.


Tak ingin berhenti pada satu produk, ia juga mulai menyiapkan rencana untuk menambah varian minuman tradisional. Beras kencur menjadi pilihan berikutnya yang ingin ia produksi dan pasarkan.


Bagi Ipatus, usaha tersebut bukan sekadar menjual minuman. Dari kegiatan sederhana yang dikerjakan di rumah, ia bisa mendapatkan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.


“Alhamdulillah penghasilannya bisa dibuat tambah-tambah uang belanja,” katanya.


Ia pun berharap usaha kecil yang dirintis dari dapur rumah tersebut dapat terus berkembang. Bukan hanya semakin dikenal masyarakat Bangkalan, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan yang membawa manfaat bagi keluarganya.


“Semoga sinom homemade ini makin dikenal orang dan menjadi ladang rezeki yang berkah untuk keluarga,” pungkasnya. (Antika/Red)