![]() |
| Foto: istimewa |
JURNALREPORTASE.COM, BANGKALAN — Upaya memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Bangkalan terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan "Ngaji Desa" yang digelar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Kementerian Desa PDT Zona 3 Kabupaten Bangkalan yang meliputi Kecamatan Bangkalan, Socah, dan Kamal, Kamis (4/6/2026).
Bertempat di Pendopo Kecamatan Kamal, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus konsolidasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan para pendamping desa untuk membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi desa, mulai dari perencanaan pembangunan hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Koordinator TAPM Kabupaten Bangkalan, Mohammad Ilyas, menegaskan bahwa desa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kerja sama seluruh pihak yang memiliki peran dalam pembinaan desa.
"Semakin hari persoalan di desa semakin kompleks. Yang dibutuhkan adalah kerja-kerja sinergi, kerja-kerja kolaborasi, dan komunikasi yang terbuka antarpihak agar persoalan yang ada bisa diselesaikan bersama," ujarnya.
Ilyas mengungkapkan, dari hasil kunjungan dan pemetaan yang dilakukan TAPM di sejumlah kecamatan, ditemukan beberapa aspek yang masih memerlukan penyempurnaan. Salah satunya terkait ketepatan waktu penetapan dokumen perencanaan dan penganggaran desa.
Menurutnya, secara substansi mekanisme perencanaan pembangunan desa di Bangkalan sudah berjalan sesuai regulasi. Musyawarah desa, musrenbangdes, penyusunan RKPDes hingga APBDes telah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pelaksanaannya masih sering tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Yang perlu diperbaiki bukan prosesnya, karena prosesnya sudah baik. Yang perlu kita benahi adalah waktunya. Penetapan APBDes yang masih melampaui tahun berjalan menjadi pekerjaan rumah kita bersama," kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut.
Ia menambahkan, kegiatan Ngaji Desa digagas sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan desa dapat berjalan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.
Sementara itu, Sekretaris DPMD Kabupaten Bangkalan, Dewi Ega, mengingatkan pentingnya disiplin dalam menjalankan tahapan perencanaan dan penganggaran desa. Ia menegaskan bahwa seluruh desa harus mulai mempersiapkan penyusunan APBDes Tahun Anggaran 2027 sejak sekarang.
"Kami ingin seluruh desa mematuhi ketentuan yang berlaku. Penetapan APBDes tepat waktu bukan semata-mata untuk memenuhi administrasi, tetapi juga untuk melindungi desa agar tidak menghadapi persoalan di kemudian hari," ujarnya.
Menurut Ega, kegiatan Ngaji Desa tepat dilaksanakan pada bulan Juni karena tahapan penyusunan APBDes sebenarnya sudah dimulai sejak bulan tersebut melalui pembentukan tim dan persiapan dokumen perencanaan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif para pendamping desa dan pemerintah kecamatan menjadi sangat penting.
Camat Kamal Ainul Yaqin menyambut baik pelaksanaan Ngaji Desa di wilayahnya. Menurutnya, forum seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pembangunan desa.
Ia berharap hasil diskusi yang lahir dari kegiatan tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan desa, serta pengembangan BUMDes. (Rahman)

Komentar