![]() |
| foto: istimewa |
JURNALREPORTASE.COM, BANGKALAN – Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) terus memperluas jangkauan kepeduliannya di bidang pendidikan. Melalui Program Bulan Pemberdayaan Pendidikan 2026, organisasi tersebut kembali menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada puluhan siswa dari keluarga kurang mampu dalam penyaluran kloter ketiga yang digelar di Pasar Ki Lemah Duwur, Kabupaten Bangkalan, Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 32 siswa menerima bantuan berupa tas sekolah, sepatu, seragam, alat tulis, serta perlengkapan belajar lainnya. Bantuan itu diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan program tersebut merupakan bentuk konsistensi organisasinya dalam menghadirkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
"Alhamdulillah pada kloter ke-3 ini ada 32 siswa yang kita bantu," ujar Dasuki Rahmad.
Menurut Dasuki, penerima manfaat pada tahap ketiga berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan, di antaranya Kecamatan Bangkalan, Burneh, Konang, serta wilayah lainnya. Selain perlengkapan sekolah, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para siswa agar tetap optimistis menempuh pendidikan.
Dengan selesainya penyaluran kloter ketiga, jumlah penerima manfaat Program Bulan Pemberdayaan Pendidikan G25 Indonesia 2026 kini mencapai 117 siswa. Penyaluran dilakukan secara bertahap sebagai upaya memastikan bantuan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
Bagi G25 Indonesia, pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, melainkan fondasi utama dalam membangun kualitas generasi masa depan. Karena itu, organisasi tersebut terus mendorong lahirnya gerakan sosial yang membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dasuki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, relawan, mitra, dan masyarakat yang telah ikut berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar gerakan sosial di bidang pendidikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Ia menegaskan, setiap bantuan yang diberikan tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga membawa pesan kepedulian dan harapan agar anak-anak tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita.
"Setiap bantuan yang diberikan hari ini adalah langkah kecil yang membawa perubahan besar. Karena pendidikan bukan sekadar bekal untuk masa depan, tetapi jalan menuju kehidupan yang lebih bermartabat," kata Dasuki yang juga Ketua PA GMNI Kabupaten Bangkalan ini.
Program Bulan Pemberdayaan Pendidikan 2026 sendiri telah dilaksanakan dalam tiga tahap penyaluran. Pada kloter pertama, bantuan diberikan kepada 30 siswa, disusul 37 siswa pada kloter kedua, dan 32 siswa pada kloter ketiga. Sementara itu, pada hari yang sama, G25 Indonesia Cabang Pamekasan juga menggelar penyaluran bantuan pendidikan kepada para penerima manfaat di Kabupaten Pamekasan sebagai bagian dari komitmen memperluas manfaat program di berbagai daerah.
Dengan total 117 siswa yang telah menerima bantuan, G25 Indonesia berharap gerakan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. (Rahman)

Komentar