![]() |
| Foto: Fa |
JURNALREPORTASE.COM, SURABAYA — Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen di Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat (24/4/2025), dengan tuntutan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan aliran dana asing ke sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO).
Aksi yang berlangsung sejak siang itu diwarnai dengan orasi bergantian dan bentangan spanduk bernada kritik tajam. Tulisan seperti “Tolak Politisasi Isu HAM” dan “Transparansi Dana Asing Sekarang!” tampak mendominasi barisan massa. Sejumlah mahasiswa juga menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja aparat yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam merespons isu tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Figo, dalam orasinya secara terbuka mempertanyakan sikap pimpinan lembaga penegak hukum nasional, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Ia menilai, dugaan aliran dana asing ke NGO bukan persoalan sepele karena berpotensi menyentuh aspek kedaulatan negara.
“Kami ingin bertanya langsung: di mana nyali Kapolri dan Jaksa Agung? Jangan diam ketika ada dugaan aliran dana asing yang berpotensi merusak kedaulatan bangsa. Rakyat menunggu keberanian, bukan pembiaran,” ujar Figo di hadapan massa aksi.
Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka tidak ditujukan untuk mendiskreditkan keberadaan NGO secara umum. Namun, mereka mengingatkan agar setiap lembaga non-pemerintah tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menjadi alat kepentingan pihak asing.
“Kami tidak anti NGO, tapi kami menolak jika ada organisasi yang menjadi alat kepentingan asing. Jika ada pelanggaran, bongkar. Jangan lindungi,” tegas orator lain dalam aksi tersebut.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di akhir aksi, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak aparat untuk mengusut tuntas dugaan aliran dana asing tanpa tebang pilih, membuka hasil penyelidikan secara transparan kepada publik, serta memperketat regulasi dan pengawasan terhadap pendanaan lembaga non-pemerintah. Mereka juga meminta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum atau menjadi perpanjangan kepentingan asing.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi. Meski demikian, demonstrasi berjalan relatif tertib hingga selesai.
Sebelum membubarkan diri, perwakilan massa menyerahkan dokumen pernyataan sikap kepada pihak kepolisian sebagai bentuk tekanan moral agar tuntutan mereka segera ditindaklanjuti. Mahasiswa juga memperingatkan bahwa aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan digelar jika tidak ada respons konkret dari aparat penegak hukum dalam waktu dekat. (Fa/Ra/Red)

Komentar