Lia Istifhama kepada Lulusan SD Taquma: Ilmu yang Berkah Dimulai dari Menghormati Guru

Iklan Semua Halaman

Post ADS 1

Header Menu

Lia Istifhama kepada Lulusan SD Taquma: Ilmu yang Berkah Dimulai dari Menghormati Guru

Selasa, 09 Juni 2026

 

Foto: istimewa

JURNALREPORTASE.COM, SURABAYA – Momen pelepasan siswa kelas VI SD Taqwimul Ummah (Taquma) Surabaya tahun ini menghadirkan suasana istimewa. Di tengah wajah-wajah ceria para siswa yang bersiap meninggalkan bangku sekolah dasar, hadir seorang alumni yang kini mengemban amanah sebagai anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., Senin (8/6/2026).


Kehadiran perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu seakan menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat berawal dari ruang-ruang kelas sederhana. Di sekolah yang sama, tiga dekade silam, ia pernah belajar membaca, menulis, dan mengenal nilai-nilai kehidupan yang kini mengantarkannya menjadi salah satu tokoh nasional asal Jawa Timur.


"Apakah adik-adik mengenal saya? Saya lulus dari SD Taquma tahun 1996. Di sinilah saya belajar membaca, menulis, dan berinteraksi dengan lingkungan. Taquma menjadi tempat yang memberikan dasar penting bagi perjalanan hidup saya," ujar Ning Lia di hadapan para siswa dan wali murid.


Pernyataan itu langsung disambut antusias para peserta yang memenuhi lokasi acara. Bagi Ning Lia, kembali ke SD Taquma bukan sekadar menghadiri agenda seremonial, melainkan kembali menapak jejak perjalanan yang telah membentuk dirinya hingga saat ini.


Dalam sambutannya, Ning Lia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak lahir secara instan. Ada peran besar para guru yang dengan kesabaran dan ketulusan mendidik murid-muridnya sejak usia dini. Karena itu, ia meminta para lulusan agar tidak melupakan jasa para pendidik yang selama enam tahun menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.


"Kami minta anak-anak terus mengirimkan doa Al-Fatihah untuk para guru. Jangan pernah melupakan jasa guru kalian. Apa yang kalian raih hari ini tidak terlepas dari bimbingan dan pengorbanan para guru yang mendampingi selama enam tahun belajar di sekolah ini," katanya.


Menurut Ning Lia, penghormatan kepada guru bukan hanya soal etika, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberkahan ilmu. Ia meyakini hubungan baik antara murid dan guru akan menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan di masa depan.


Tak hanya berbicara tentang penghormatan kepada guru, Ning Lia juga memberikan suntikan motivasi kepada para lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ia berharap anak-anak SD Taquma mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.


"Semoga anak-anak yang lulus hari ini menjadi anak-anak hebat dan gemilang. Kalian akan melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya dan kelak menjadi pemimpin masa depan bangsa," tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, Ning Lia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, keberhasilan seorang anak sejatinya merupakan hasil kolaborasi antara keluarga dan sekolah yang berjalan seiring selama bertahun-tahun.


"Tak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat anak-anaknya berhasil di kemudian hari. Karena itu teruslah belajar, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan menjaga akhlak," pesannya.


Di tengah kebanggaan atas kelulusan para siswa, SD Taquma juga mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Ning Lia secara khusus menyoroti keberhasilan siswa yang mampu meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebuah prestasi yang menunjukkan kualitas pendidikan yang terus berkembang.


"Alhamdulillah ada capaian nilai TKA 100. Semoga tahun depan prestasi ini semakin meningkat dan semakin banyak siswa yang mengharumkan nama sekolah," ujarnya.


Sebagai alumni, Ning Lia menilai SD Taquma memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan generasi yang berkiprah di berbagai bidang. Ia bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu alumni yang turut mengharumkan nama sekolah.


Menutup sambutannya, Ning Lia mengajak seluruh lulusan SD Taquma untuk menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai sarana memberikan manfaat bagi sesama. Baginya, ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.


"Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi terbaik dengan mengamalkan prinsip khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, bangsa, dan negara," tegasnya.


Pelepasan siswa kelas VI SD Taquma tahun 2026 pun menjadi momentum penuh makna. Bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga pengingat bahwa setiap langkah menuju masa depan selalu berawal dari pendidikan yang baik, guru yang tulus, serta nilai-nilai akhlak yang terus dijaga sepanjang kehidupan. (Rahman)