Diplomasi Ramadan di Kantor Ansor Jatim, Konjen Tiongkok Bahas Kolaborasi Strategis

Iklan Semua Halaman

Post ADS 1

Header Menu

Diplomasi Ramadan di Kantor Ansor Jatim, Konjen Tiongkok Bahas Kolaborasi Strategis

Sabtu, 14 Maret 2026
Foto: Rahman


JURNALREPORTASE.COM, SURABAYA — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya di kantor PW GP Ansor Jatim, Jumat (13/3/2026). Kunjungan yang dipimpin Konsul Jenderal Ye Su itu disambut langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jatim Musaffa’ Safril bersama jajaran pengurus dalam suasana hangat dan penuh keakraban.


Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia dan Tiongkok sekaligus membuka ruang dialog mengenai peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.


Musaffa’ Safril menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persahabatan sekaligus memperluas kolaborasi antara masyarakat Jawa Timur dan Tiongkok.


“Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat persahabatan, memperluas dialog budaya, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara masyarakat Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok,” ujar Musaffa’.


Ia menjelaskan hubungan Indonesia dan Tiongkok telah terjalin sejak lama melalui perdagangan dan pertukaran budaya yang berlangsung selama berabad-abad.


Dalam perkembangan terbaru, hubungan kedua negara semakin berkembang pesat, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, teknologi, dan investasi.


Menurut Musaffa’, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah proyek investasi yang melibatkan perusahaan Tiongkok tengah berkembang, di antaranya pembangunan smelter aluminium di Pasuruan, pengembangan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), serta pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo.


“Investasi tersebut memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” katanya.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan juga memerlukan dukungan masyarakat serta stabilitas sosial yang kuat.


“Peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil sangat penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Ye Su mengatakan kunjungan tersebut juga diiringi dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok dan “Paket Kasih Sayang” kepada masyarakat Muslim.


“Kami memberikan donasi berupa kebutuhan pokok dan Paket Kasih Sayang kepada saudara-saudara Muslim. Ini merupakan tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyampaikan berkat Ramadan dan persaudaraan dari pemerintah serta rakyat Tiongkok kepada rakyat Indonesia,” kata Ye Su.


Ia menyebut Indonesia dan Tiongkok merupakan tetangga baik yang dipisahkan oleh laut namun memiliki hubungan erat sebagai mitra strategis.


“Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga baik serta mitra yang memiliki nasib serupa. Kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pertukaran budaya telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” ujarnya.


Ye Su juga mengundang lebih banyak masyarakat Muslim Indonesia untuk berkunjung ke Tiongkok guna memperdalam pemahaman dan mempererat hubungan persahabatan antara kedua bangsa. (Rahman)