Dari Lapak UMKM dan Antrean Sembako, Ning Lia Tebar Apresiasi untuk Khofifah–Emil

Iklan Semua Halaman

Post ADS 1

Header Menu

Dari Lapak UMKM dan Antrean Sembako, Ning Lia Tebar Apresiasi untuk Khofifah–Emil

Selasa, 24 Februari 2026
Foto: istimewa


JURNALREPORTASE.COM, SURABAYA - Gerimis tipis yang turun di kawasan Jemur Wonosari tak menyurutkan langkah warga memadati halaman Masjid At Taqwa, Wonocolo, Surabaya, Senin (23/2). Menjelang waktu berbuka, antrean warga, ibu-ibu berkerudung, bapak-bapak, anak-anak hingga pelaku UMKM mengular di sela lapak-lapak sederhana Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di tengah suasana hangat penuh harap itu, kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, mencuri perhatian.


Usai mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ning Lia tampak menyusuri kerumunan warga dengan kerudung hijau yang dikenakannya. Ia tak sekadar hadir, tetapi menyapa satu per satu warga dan pedagang kecil. Senyumnya merekah ketika memborong kipas bergambar Khofifah–Emil, lalu membagikannya secara cuma-cuma kepada masyarakat yang antre sembako murah.


“Mba Lia, Ning Lia, selalu ramah dan baik hati,” sapa Sri di sela keramaian.


Aksi memborong dagangan UMKM itu sontak menjadi perbincangan warga. Bagi Ning Lia, langkah sederhana tersebut merupakan simbol apresiasi atas setahun kepemimpinan duet Khofifah–Emil sekaligus bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil agar tetap berdaya di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.


“Maturnuwun, Mba Lia. Sing remen borong dagangan UMKM,” celetuk Pak Jufri sembari menerima kipas. Ia kemudian menyelipkan harapan yang diamini warga lain, “Matur nuwun, harus dua periode,” katanya.


Suara dukungan mengalir dari berbagai sudut. Aslich, Desi, hingga Tutik yang sehari-hari berjualan di sekitar masjid mengaku senang. Bukan hanya karena bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga karena dagangan mereka ikut ludes diborong.


“Ning Lia terima kasih. Sudah cantik, ramah, blater, harus maju lagi dua periode,” ujar Tutik sambil tersenyum.


Kipas-kipas bergambar pasangan kepala daerah itu memang terlihat sederhana. Namun di tangan warga Wonocolo, ia menjelma menjadi simbol harapan harga bahan pokok yang tetap stabil, UMKM yang terus bergerak, serta kepemimpinan yang dirasakan dekat dan hadir di tengah masyarakat.


“Ning Lia ini memang suka memborong dagangan kecil, menyapa warga, dan berbagi dalam suasana penuh kebersamaan. Pokoknya ada Ning Lia seru banget. Paguyuban Surabaya Jaya dari PKL Jatim cinta Ning Lia,” kata Jufri.


Pasar Murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar itu menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi dan stabilisasi harga menjelang serta selama Ramadan. Intervensi pasar melalui bazar sembako murah dinilai penting mengingat lonjakan kebutuhan rumah tangga pada bulan suci kerap berdampak pada kenaikan harga.


Menurut Ning Lia, inisiatif tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.


“Iya, pertama kita semuanya tentunya sangat berbahagia dengan kegiatan Pemprov Jawa Timur, terkhusus Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang intens mengadakan pasar murah,” ujar Ning Lia.


Putri KH Maskur Hasyim itu menilai Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga momentum sosial dan ekonomi. Karena itu, kegiatan bazar murah yang melibatkan pelaku UMKM dinilai memiliki dampak berlapis.


“Ini kabar baik di bulan suci Ramadan, bulan penuh keberkahan. Dengan adanya bazar seperti ini, bukan hanya masyarakat mendapatkan akses sembako dengan harga lebih murah, tapi sekaligus ada kegiatan bazar yang melibatkan masyarakat. Multiplier effect-nya dapat, keberkahannya dapat, masyarakat juga bisa sama-sama berjualan. Jadi keren bangetlah,” tambahnya.


Di tengah rintik hujan yang belum benar-benar reda, Pasar Murah Wonocolo sore itu bukan sekadar transaksi ekonomi. Ia berubah menjadi ruang temu antara kebijakan dan harapan, antara pemerintah dan rakyat, di mana kipas sederhana pun bisa menjadi penanda kedekatan dan dukungan. (Tr)