![]() |
| Panen raya labu madu di Desa Gili Timur, Kamal, Jum'at (2/10/2026). Dok: Rahman |
BANGKALAN, JURNALREPORTASE.COM – Pemerintah Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, mulai melihat peluang ekonomi baru dari lahan milik desa. Melalui BUMDes Nusa Asasta, desa tersebut membudidayakan labu madu yang kini memasuki masa panen.
Panen raya digelar Jumat (2/10/2026). Sekitar 700 buah labu madu dipanen dari lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.
Sebanyak 360 batang labu madu sebelumnya ditanam di lahan tersebut. Rata-rata setiap buah memiliki berat 1,5 hingga 2 kilogram.
Yang menarik, budidaya labu madu ini bermula dari pembahasan pemerintah desa bersama pengurus BUMDes dan pendamping desa mengenai pemanfaatan program ketahanan pangan dari Dana Desa.
![]() |
| Hasil panen labu madu yang langsung diborong pembeli. (Dok: Rahman) |
Kepala Desa Gili Timur Abdul Wepar mengatakan, pihaknya saat itu mencari jenis usaha yang bisa dikelola desa sekaligus memiliki peluang pasar.
“Awalnya kami bersama perangkat desa, pengurus BUMDes Gili Timur dan Pendamping Desa berdiskusi apa yang akan dikelola untuk program ketahanan pangan dari Dana Desa,” kata Abdul saat panen raya, Jumat.
Dari pembahasan tersebut, muncul gagasan untuk mencoba menanam labu madu. Komoditas itu dipilih karena belum banyak dibudidayakan di Bangkalan.
“Kebetulan dalam diskusi tersebut kami berinisiatif mengelola pertanian labu madu. Karena ini belum ada yang pernah tanam di Bangkalan, kami sama BUMDes Nusa Asasta Gili Timur akhirnya mencoba tanam labu madu,” ujarnya.
Hasil panen perdana itu terbilang menggembirakan bagi pemerintah desa. Selain jumlah produksinya, harga jual labu madu juga dinilai cukup menjanjikan.
Khusus saat panen raya, labu madu dijual Rp30.000 per kilogram. Sedangkan pada hari biasa, harganya dipatok Rp35.000 per kilogram.
“Alhamdulillah ini hasilnya maksimal dan harga jualnya juga agak tinggi. Mudah-mudahan ke depannya bisa meningkatkan ekonomi Desa Gili Timur,” kata Abdul Wepar.
Panen raya tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Bangkalan Hery Liyanto Putra menyebut kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk pemanfaatan program ketahanan pangan melalui BUMDes.
“Hari ini kita melakukan panen raya labu madu pertama di Madura. Alhamdulillah, ini adalah program ketahanan pangan melalui penyertaan modal BUMDes yang telah dilakukan oleh Desa Gili Timur,” ujar pria yang akrab disapa Erik ini.
Menurut Erik, keberhasilan sebuah BUMDes tidak hanya diukur dari berdirinya unit usaha. Lebih jauh, usaha tersebut harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi desa.
“Ini adalah bukti bahwa jika BUMDes dikelola dengan baik dan benar maka akan memperoleh hasil yang tentunya akan meningkatkan perekonomian desa dan bisa menambah PADes,” katanya.
Erik berharap pengembangan labu madu di Gili Timur dapat menjadi referensi bagi desa lain di Kabupaten Bangkalan untuk mengembangkan potensi ekonomi sesuai kondisi masing-masing.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain se-Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.
Panen raya itu turut dihadiri perwakilan DPMD Bangkalan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD Kemendes PDT Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Kecamatan Kamal, TPP P3MD Kecamatan Kamal, Penyuluh Pertanian Kamal dan mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Warga pun ikut meramaikan kegiatan tersebut. Sejumlah ibu-ibu sudah datang sejak pagi untuk membeli labu madu dan memetik langsung buah dari kebun.
Salah satunya Susi Rahman, warga Desa Kamal. Ia membeli 18 kilogram labu madu dalam kesempatan tersebut.
Susi berharap keberadaan kebun labu madu tidak hanya menjadi usaha baru bagi BUMDes, tetapi juga bisa memperkuat potensi pertanian dan ketahanan pangan di desa.
“Dengan adanya pertanian labu madu di Desa Gili Timur, mudah-mudahan dapat meningkatkan potensi pertanian serta ketahanan pangan desa,” tutur Susi. (Rahman)

Komentar
