Dikejar Tugas Kuliah, Fera Justru Melahirkan Buronan Ndower yang Kini Diburu Pelanggan

Iklan Semua Halaman

Post ADS 1

Header Menu

Dikejar Tugas Kuliah, Fera Justru Melahirkan Buronan Ndower yang Kini Diburu Pelanggan

Selasa, 22 September 2026

 

foto: Fera


JURNALREPORTASE.COM, BANGKALAN – Tugas kuliah tak selalu berakhir sebagai lembaran yang dikumpulkan kepada dosen. Bagi Fera Kurnianingsih, 21, tugas tersebut justru menjadi pintu masuk untuk mengembangkan usaha kuliner yang sebelumnya hanya dijalankan dari sistem pre-order.


Mahasiswi UPN "Veteran" Jawa Timur itu kini menjalankan Buronan Ndower, usaha makanan bercita rasa pedas yang dirintisnya sejak 2024. Dari yang awalnya hanya menawarkan ceker pedas melalui sistem PO, usaha tersebut perlahan berkembang hingga memiliki stan sendiri di Bangkalan.


Fera, yang tinggal di Pangeranan Asri, Bangkalan, sebenarnya sudah lebih dulu mencoba berjualan sebelum mendapat tugas kuliah yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Momen tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk mengolah konsep yang sudah ada menjadi lebih serius.


Dari proses itulah nama Buronan Ndower muncul. "Buronan" dimaknai sebagai sesuatu yang dikejar-kejar, sementara "ndower" menggambarkan bibir yang terasa setelah menyantap makanan pedas.


“Buronan Ndower yakni makanan pedas yang diincer orang-orang,” kata Fera, Senin (21/09/2026).


Seiring semakin banyaknya permintaan, Fera mulai mempertimbangkan untuk membuka stan agar pelanggan tidak lagi harus menunggu jadwal PO. Kini Buronan Ndower hadir setiap hari di sebelah Bank Jatim, Bangkalan.


Stan tersebut buka mulai pukul 10.30 hingga 17.00 WIB. Dari tempat itu, pelanggan bisa langsung memilih menu sekaligus menentukan tingkat kepedasan yang diinginkan, mulai dari rasa original, sedang, pedas hingga ekstra pedas.


Pilihan menunya cukup beragam. Sayap dibanderol Rp12 ribu, ceker dan usus masing-masing Rp10 ribu. Ada pula kerang hijau serta kerang dara yang masing-masing dihargai Rp12 ribu, sedangkan kerang tutut dibanderol Rp10 ribu.


Saat Ramadan, Buronan Ndower juga menghadirkan paket seafood dengan isian yang lebih lengkap. Cumi, kepiting dan udang ikut disajikan dalam satu paket dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu.


Bagi Fera, pilihan menu dan level kepedasan bukan sekadar variasi. Ia ingin produknya bisa dinikmati oleh pelanggan dengan selera yang berbeda, sekaligus mempertahankan karakter Buronan Ndower sebagai makanan pedas.


Perkembangannya pun mulai melampaui wilayah Bangkalan. Pelanggan tidak hanya datang dari Madura, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Jombang dan Malang.


Untuk menjalankan usaha tersebut, Fera tidak bekerja sendirian. Anggota keluarga ikut membantu bagian produksi sekaligus operasional staf outlet. Sementara urusan pembuatan konten dan penyuntingan video dipercayakan kepada tim jasa agensi.


Pembagian tugas itu membuat Fera bisa tetap menjalani aktivitas perkuliahan sembari mengurus bisnis. Buronan Ndower menjadi pekerjaan sampingan yang sekaligus memberinya pengalaman mengelola usaha secara langsung.


Fera menyebut modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp5 juta. Dari usaha tersebut, omzet harian yang diperoleh berada di kisaran Rp450 ribu hingga Rp700 ribu.


Meski mulai menunjukkan perkembangan, perjalanan Buronan Ndower masih diwarnai tantangan. Fera menyadari usaha kuliner tidak cukup hanya mengandalkan rasa. Inovasi harus terus dilakukan, mulai dari strategi pemasaran, menjaga konsistensi rasa hingga memperbarui menu.


“Pastinya soal inovasi dari berbagai sisi, entah itu marketing, soal rasa yang harus konsisten, menu yang di-upgrade, dan lainnya,” ujarnya.


Ke depan, Fera ingin Buronan Ndower tidak berhenti di satu stan. Ia menargetkan usahanya bisa membuka cabang di sejumlah daerah. Surabaya, Malang dan Jombang menjadi beberapa wilayah yang menurutnya cukup banyak meminta agar Buronan Ndower hadir lebih dekat dengan pelanggan.


Usaha yang bermula dari tugas kuliah itu kini perlahan berubah menjadi bisnis yang punya arah sendiri. Dari ceker pedas yang dulu dijual dengan sistem PO, Buronan Ndower mulai mengejar pasar yang lebih luas. Sesuai namanya, menjadi makanan pedas yang diincar pelanggan. (Rif/Red)